Kota Tangerang, TERBITHARIAN.COM – Diskusi adalah proses komunikasi dua arah atau lebih di mana setiap pihak menyampaikan gagasan, pendapat, dan pengalaman untuk mencapai pemahaman yang lebih mendalam, menyelesaikan masalah, atau menghasilkan ide baru. Tidak sekadar bertukar kata, diskusi yang konstruktif menjadi jembatan yang menghubungkan perspektif berbeda, mengubah perbedaan menjadi bahan pembelajaran, dan membangun sinergi antar individu atau kelompok. Dewan Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia DPK KNPI Jatiuwung, mengadakan diskusi publik dengan tema “Peran Pemuda Dalam Menyikapi Pemilihan Kepala Daerah. Kegiatan ini dilaksanakan di aula Kelurahan Pasir Jaya Kecamatan Jatiuwung. (24/01/2026)
Kegiatan ini di ikut sertakan jajaran pengurus DPK KNPI Jatiuwung, Mahasiswa UMT, Mahasiswa Universitas Yuppentek dan dihadiri oleh Bapak Masruri, S.IP selaku Perwakilan Kelurahan Pasir Jaya Sekaligus Membuka Kegiatan Diskusi.
Kegiatan Diskusi ini di moderatori oleh Dwi Novita Fitriani, Dr. Nursanda Rizki Adhari, S.Pd., M.Pd., sebagai Narasumber diskusi sesi I, Lazuardi El Ghiffary, S.E,Sy., M.Si., sebagai narasumber ke II.
Adv. Arkiyan, S.H., C.P.L.A., Ketua DPK KNPI Jatiuwung mengatakan dalam sambutannya kegiatan ini adalah bentuk keseriusan pengurus DPK KNPI Jatiuwung dalam menjalankan roda organisasi dan menimbulkan semangat pemuda dalam menyikapi masalah yang ada terutama tentang isu kepala daerah yang akan di pilih oleh DPRD, jadi kita sebagai pemuda harus bersikap dalam menangani isu isu yang ada. Tutupnya
Dalam kegiatan ini Ketua Panitia Menyampaikan diskusi ini kami buat sebagai ruang ngobrol bersama, ruang tukar pikiran, dan ruang belajar bagi kita sebagai generasi muda. Karena jujur saja, bicara soal pilkada sering dianggap urusan politik yang berat, padahal dampaknya langsung kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemuda hari ini tidak cukup hanya jadi penonton, tapi perlu jadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Di tengah derasnya informasi di media sosial, kita perlu lebih bijak dalam menyaring informasi, tidak mudah terpancing isu, dan tidak ikut menyebarkan hoaks atau provokasi.
Harapannya, lewat diskusi ini kita bisa sama-sama belajar, menambah wawasan, dan menyadari bahwa peran pemuda sangat penting dalam menjaga demokrasi yang sehat, damai, dan bermartabat.Ujar Fatha Ketua Panitia






