Alumni UHO Keluhkan Dugaan Perubahan Data di PDDikti: Kuliah Empat Tahun, Nama Berganti Orang Lain

KENDARI, TERBITHARIAN.COM – Viral di media sosial TikTok melalui unggahan Ayu Amanda Putri, alumni Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, yang mengungkap dugaan perubahan data akademiknya di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Video yang telah ditonton ratusan ribu kali ini menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan data alumni di sistem resmi pemerintah.

Ayu menjelaskan bahwa meski Nomor Induk Mahasiswa (NIM) miliknya tetap sama, identitas namanya berubah menjadi milik orang lain dan bahkan tercatat sebagai laki-laki.

Persoalan ini muncul saat Ayu mengecek data untuk keperluan administratif. Ia mendapati namanya sudah tidak tercantum dalam sistem, digantikan oleh nama individu lain bernama Basri.

“Saya kuliah empat tahun untuk mendapatkan ijazah dan pengakuan resmi. Namun di PDDikti, nama saya berubah menjadi nama orang lain,” ujar Ayu dalam video viral yang dilihat TERBITHARIAN.COM, Selasa (30/12/2025).

Ayu menambahkan, perubahan ini diduga telah terjadi beberapa tahun lalu, tetapi dampak administratifnya baru ia rasakan sekarang. Ia pun mempertanyakan integritas PDDikti sebagai basis data tunggal pendidikan tinggi di Indonesia.

“Ini data resmi negara. Kalau bisa berubah begitu saja, bagaimana nasib kami sebagai alumni?” keluhnya.

Menanggapi isu ini, Universitas Halu Oleo (UHO) memberikan klarifikasi resmi. Herman, perwakilan pimpinan UHO, menegaskan bahwa pihak universitas tidak memiliki otoritas untuk mengubah data yang sudah tervalidasi secara permanen di sistem pusat.

“Kampus tidak memiliki kewenangan mengubah data yang sudah tervalidasi di PDDikti. Peran kami hanya melakukan pelaporan melalui sistem feeder, bukan mengedit langsung data di pusat,” jelas Herman.

Kasus ini sempat memicu spekulasi warganet tentang kemungkinan perubahan nama universitas. Namun hasil penelusuran menunjukkan tidak ada perubahan nama institusi; masalah ini murni terkait anomali data pribadi alumni.

Hingga kini, pihak pengelola PDDikti pusat belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab teknis perubahan data tersebut. Publik dan alumni berharap adanya investigasi menyeluruh untuk memulihkan data yang terdampak sekaligus mencegah kejadian serupa di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *