Cahaya Fajar di Ponpes Daarul Anshor: Perjalanan Suci 40 Jamaah Bani Sya’i Menuju Ridha Ilahi

Tangerang, TERBITHARIAN.COM – Di bawah langit subuh yang tenang, suasana haru dan khidmat menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Anshor, Pakuhaji. Hari ini, Minggu pagi tepat pukul 02.00 WIB, sebanyak 40 jamaah umroh yang tergabung dalam KBIHU Bani Sya’i resmi melangkahkan kaki mengawali perjalanan spiritual menuju Tanah Suci Mekah dan Madinah. Minggu, 11 Januari 2026.

Lantunan doa dan talbiyah yang mengalun memecah keheningan dini hari, mengiringi keberangkatan para tamu Allah ini menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Pesan Penuh Makna Sang Kyai Karismatik Ketua Yayasan KBIHU Bani Sya’i sekaligus Pimpinan Ponpes Daarul Anshor, KH Entis, melepas langsung rombongan ini. Sosok Kyai Karismatik asal Tangerang Utara tersebut menyampaikan pesan yang menyentuh sanubari para jamaah dan keluarga yang mengantar.

Beliau menekankan bahwa keberangkatan ini adalah sebuah nikmat agung yang harus dijaga dengan rasa syukur yang mendalam.

“Kita patut bersyukur kepada Allah SWT atas kesempatan mulia ini. Mari kita semua bersimpuh memohon doa, supaya keluarga dan seluruh jamaah senantiasa diberikan keberkahan serta keselamatan. Semoga selamat sampai ke tempat tujuan dan diberikan kekuatan untuk melaksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan sempurna,” tutur KH Entis dengan penuh kekhusyukan.

Dilepas dengan Isak Tangis dan Doa Keluarga Prosesi pemberangkatan yang berpusat di Kecamatan Pakuhaji ini tidak hanya menjadi perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin. Puluhan sanak keluarga tampak memadati area pondok pesantren untuk memberikan pelukan hangat dan doa restu terakhir sebelum bus membawa jamaah menuju bandara.

Sebanyak 40 jamaah ini membawa harapan dan doa-doa dari tanah air untuk dipanjatkan di depan Ka’bah. Pihak KBIHU Bani Sya’i memastikan bahwa seluruh pendampingan akan dilakukan secara maksimal agar para jamaah dapat fokus beribadah demi meraih ridha Ilahi.

Kini, iringan bus telah meninggalkan bumi Pakuhaji, membawa 40 jiwa yang rindu akan baitullah. Seiring cahaya fajar yang menyingsing, doa-doa pun dipanjatkan agar mereka kembali ke tanah air sebagai pribadi yang lebih bertakwa dan membawa keberkahan bagi keluarga serta masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *