Jakarta, TERBITHARIAN.COM – Pelantikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Periode 2025–2030 berlangsung khidmat sebagai bagian dari rangkaian Rembug Nasional APTISI, pada Senin, 17 November 2025, di The Krakatau Grand Ballroom, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., MEI, kembali dilantik secara resmi sebagai Ketua Umum APTISI Pusat setelah terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII di Bandung pada Agustus 2025 lalu. Kepemimpinannya diharapkan membawa APTISI menuju penguatan sinergi antarperguruan tinggi swasta dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Dalam momentum penting ini, dua Guru Besar Universitas Raharja resmi dilantik dan menempati posisi strategis di jajaran DPP APTISI. Dr. Drs. Po Abas Sunarya, M.Si, ditunjuk sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hubungan Internal, sementara Prof. Dr. Ir. Untung Raharja, MTI, MM menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Jurnal Ilmiah dan Publikasi. Kehadiran keduanya menegaskan peran Universitas Raharja dalam memperkuat pendidikan tinggi Indonesia di tingkat nasional.
Pelantikan ini diselenggarakan bersamaan dengan Rembug Nasional APTISI yang menjadi forum strategis bagi perguruan tinggi swasta di Indonesia untuk merumuskan arah kebijakan pendidikan tinggi, khususnya menghadapi era transformasi digital dan kompetisi global.
Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang diwakili oleh adik kandungnya, Hashim Djojohadikusumo. Dalam pidatonya, Hashim menekankan pentingnya kesejahteraan masyarakat, kesejahteraan dosen dan mahasiswa, serta perkembangan teknologi pendidikan berbasis Artificial Intelligence sebagai fondasi inovasi pendidikan di era modern.
“Peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk dosen dan mahasiswa, adalah fondasi yang harus terus kita perkuat. Di era baru ini, teknologi pendidikan berbasis Artificial Intelligence bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kita harus memastikan bahwa dunia pendidikan mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi tersebut demi kemajuan bangsa,” ujar Hashim Djojohadikusumo.
Dengan pelantikan dua Guru Besar Universitas Raharja ini, kampus yang dikenal dengan komitmennya pada inovasi dan pendidikan berbasis teknologi digital semakin menegaskan kontribusinya di panggung nasional, menjadi bagian dari strategi pembangunan pendidikan tinggi yang adaptif dan visioner.
Keterlibatan aktif Universitas Raharja dalam struktur kepengurusan APTISI tidak hanya mencerminkan kepercayaan nasional terhadap kapasitas akademik kampus, tetapi juga menjadi dorongan baru bagi peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan publikasi ilmiah di Indonesia.
Melalui posisi strategis yang kini diamanahkan kepada Dr. Po Abas Sunarya dan Prof. Untung Raharja, Universitas Raharja diharapkan mampu menghadirkan gagasan, kebijakan, serta kolaborasi yang memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di seluruh Indonesia. Kehadiran mereka menjadi simbol kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih inklusif, modern, dan berdaya saing global.






