Jeritan Warga Periuk Tangerang Menggema di DPR RI: Banjir Terparah Picu Desakan Solusi Nyata

Tangerang, TERBITHARIAN.COM – Rasa lelah dan keresahan akibat banjir yang terus berulang mendorong warga Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, untuk mengambil langkah lebih jauh dengan mendatangi Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dengan harapan besar akan perubahan nyata, perwakilan warga datang membawa suara kolektif masyarakat yang selama ini terdampak genangan air, kerugian materi, hingga terganggunya aktivitas sehari-hari. Selasa, 7 April 2026.

Audiensi yang berlangsung pada siang hari ini digelar secara khidmat di ruang pleno Fraksi PKS DPR RI. Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan warga dari RW 8, 9, 11, dan 13 Kecamatan Periuk, serta Anggota Komisi XI DPR RI Dapil Banten III (Tangerang Raya) Fraksi PKS, Habib Idrus Salim Aljufri, Lc., M.B.A, yang menerima langsung aspirasi dari masyarakat.

Dalam forum tersebut, Ketua RW 013, Bapak Darto, didampingi oleh Bapak Abdul Kodir, S.T yg merupakan Ketua DPC PKS Kecamatan Periuk, menyampaikan berbagai keluhan warga terkait banjir yang hingga kini belum tertangani secara optimal. Ia menegaskan bahwa banjir di wilayah Periuk bukan hanya persoalan musiman, melainkan masalah struktural yang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.

“Kami berharap ada solusi nyata yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi benar-benar menyentuh akar permasalahan,” ujar Darto dalam penyampaiannya.

Selain itu, suara warga juga disampaikan oleh Euis Kartika yang mewakili aspirasi kaum ibu. Ia mengungkapkan bahwa banjir terakhir yang terjadi merupakan yang terparah dibanding sebelumnya.

“Banjir yang terakhir ini adalah banjir terparah, karena datangnya air sangat cepat dan tiba-tiba. Banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya. Dalam kesempatan ini kami harap ada solusi dari pemerintah untuk menangani banjir di wilayah Periuk,” ujarnya Euis Kartika.

Warga mengusulkan agar penanganan banjir dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi, dengan beberapa langkah strategis sebagai berikut:

  1. Penataan ulang sistem drainase, termasuk saluran air, gorong-gorong, dan kanal pembuangan menuju sungai utama.
  2. Pembangunan ulang tanggul yang lebih kuat dan memiliki ketinggian memadai.
  3. Penyediaan pompa air dengan kapasitas besar serta kecepatan tinggi untuk mempercepat penyedotan air saat banjir.
  4. Pengawasan dan pemeliharaan rutin terhadap kondisi tanggul agar tetap berfungsi optimal.
  5. Pengembangan sistem peringatan dini yang terintegrasi dengan kondisi aliran sungai dan daya tampung tanggul.

Menanggapi hal tersebut, Habib Idrus menyatakan bahwa persoalan banjir di Periuk harus menjadi perhatian serius semua pihak, karena menyangkut keselamatan dan kualitas hidup masyarakat.

“Banjir ini tidak bisa kita anggap sebagai persoalan rutin tahunan. Ini adalah persoalan kemanusiaan yang harus diselesaikan secara sistematis dan lintas sektor. Kami di DPR RI akan mendorong koordinasi dengan kementerian terkait dan pemerintah daerah agar ada langkah konkret yang segera dirasakan masyarakat,” tegas Habib Idrus.

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan yang terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir, menjadi kunci utama dalam mengatasi banjir secara berkelanjutan.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju solusi konkret bagi permasalahan banjir di Kecamatan Periuk, yang selama ini menjadi keresahan utama warga setempat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *