Tangerang, TERBITHARIAN.COM – Sebanyak 62 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang resmi diterima sebagai mitra kerja bisnis di BMT Asia Koperasi Jasa Syariah. Penerimaan ini merupakan tindak lanjut konkret dari Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama antara STISNU Nusantara Tangerang dan BMT Asia Koperasi Jasa Syariah yang telah disepakati sebelumnya. Rabu, 24 Desember 2025.
Direktur BMT Asia Koperasi Jasa Syariah, H. Ahmad Riyadhi, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa STISNU dalam ekosistem bisnis syariah akan diawali dengan pelatihan terstruktur dan pendampingan berkelanjutan.
“Mahasiswa tidak langsung dilepas ke lapangan. Mereka akan mendapatkan pembekalan intensif, mulai dari pemahaman strategi bisnis, penguatan product knowledge, hingga etika kerja dalam sistem ekonomi syariah. Setelah itu, mereka siap terjun dan bekerja secara profesional sebagai mitra bisnis,” jelasnya.
Ketua STISNU Nusantara Tangerang, Dr. H. Muhamad Qustulani, MA.Hum., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terealisasinya kerja sama tersebut. Menurutnya, langkah ini merupakan wujud nyata komitmen kampus dalam menjawab tantangan dunia kerja bagi mahasiswa.
“Alhamdulillah, hari ini mahasiswa STISNU tidak hanya dibekali ilmu di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan kepastian akses kerja dan peluang usaha. Kampus telah membuka ruang dan jembatan, tinggal bagaimana mahasiswa menindaklanjutinya dengan kesungguhan, kedisiplinan, dan semangat belajar,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari strategi STISNU dalam mendorong kemandirian ekonomi mahasiswa, khususnya dari kalangan menengah ke bawah, tanpa harus menunggu mereka lulus kuliah. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu membangun pengalaman kerja sekaligus jaringan profesional sejak dini.
Menariknya, dalam rangkaian kegiatan tersebut, STISNU juga menghadirkan narasumber internasional, yakni Mr. Bayram Inankac, Owner Elaf Grayfruit Travel Service, perusahaan yang bergerak di bidang perjalanan wisata dan layanan travel syariah di kawasan Eropa dan Turki. Kehadiran Mr. Bayram membuka wawasan mahasiswa terhadap peluang bisnis wisata syariah skala global, khususnya di sektor travel dan hospitality.
Mr. Bayram menyampaikan bahwa jaringan perusahaannya telah digunakan oleh banyak biro perjalanan di Indonesia, sehingga membuka peluang kolaborasi internasional bagi mahasiswa STISNU yang memiliki minat dan kompetensi di bidang tersebut.
“Ini bukan sekadar kerja sama penempatan kerja, tetapi upaya membangun ekosistem bisnis global bagi mahasiswa, agar mereka memiliki keberanian, kapasitas, dan jejaring internasional,” tambah Ketua STISNU.
Melalui kolaborasi strategis ini, STISNU Nusantara Tangerang menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga secara aktif menyiapkan mahasiswa yang siap kerja, siap berwirausaha, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.






