Masyarakat Mengeluhkan Layanan PAM Mati Berhari-Hari di Beberapa Wilayah Kota Tangerang

Tangerang, TERBITHARIAN.com – Sejak Rabu (10/9), ribuan warga di sejumlah wilayah Kota Tangerang mengeluhkan terhentinya pasokan air bersih dari Perumda Tarta Benteng. Gangguan layanan PAM ini sudah berlangsung berhari-hari dan membuat aktivitas masyarakat lumpuh, terutama keluarga dengan anak kecil yang sangat bergantung pada ketersediaan air bersih.

Hingga Minggu (14/9), aliran air di banyak kawasan permukiman, seperti Periuk, Jatiuwung, Gembor, Karawaci, dan Cibodas, masih belum menyala kembali. Warga pun terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air galon guna memenuhi kebutuhan minum dan memasak. Untuk mandi dan mencuci, sebagian hanya bisa mengandalkan air dari toren satelit atau menunggu distribusi truk tangki yang jumlahnya terbatas dan tidak merata.

Riska, seorang ibu rumah tangga di Gembor, mengaku kecewa dengan pelayanan PAM yang dinilai semakin menurun.

“Tarif PAM naik drastis, tapi pelayanannya malah makin buruk. Kami tidak tahu harus bagaimana kalau air mati seperti ini berhari-hari,” ungkapnya.

Krisis ini juga memukul para pelaku usaha kecil. Safitri, pemilik kedai makanan di Periuk, mengeluhkan omzetnya yang menurun akibat kesulitan memperoleh air bersih.

“Biaya operasional membengkak. Kalau begini terus, saya terpaksa tutup sementara karena tidak sanggup menanggung kerugian,” katanya dengan nada cemas.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan pasokan air bersih akan kembali normal. Masyarakat berharap pihak terkait segera bertindak cepat agar krisis ini tidak berkepanjangan dan semakin memberatkan warga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *