Menuju Kota Cerdas dan Bersih: Universitas Raharja Wujudkan Solusi IoT Ramah Lingkungan

Kota Tangerang, TERBITHARIAN.COMUniversitas Raharja kembali menunjukkan peranannya dalam kancah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pada Tanggal 9 November 2025. Kali ini, melalui program Hibah inovatif berbasis Internet of Things (IoT), Universitas Raharja membentuk generasi yang lebih sadar lingkungan dan berdaya di RW 01 Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini merupakan bentuk implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan oleh Universitas Raharja melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM). Kegiatan ini berfokus pada inovasi berbasis Internet of Things (IoT) dengan menghadirkan teknologi “Orange Box” untuk membentuk generasi yang sadar lingkungan dan berdaya di RW 01 Cipondoh Kota Tangerang.

Sebelumnya Bank sampah di lingkungan RW 01 Cipondoh hingga kini masih beroperasi secara manual tanpa dukungan teknologi digital. Seluruh proses pencatatan, penimbangan, dan pengolahan data dilakukan secara konvensional, sehingga efisiensi kerja belum optimal. Kondisi ini membuat kegiatan pengelolaan sampah berjalan lebih lambat dan terbatas, serta membutuhkan inovasi berbasis teknologi agar dapat berkembang menjadi sistem pengelolaan lingkungan yang lebih modern dan berkelanjutan.

Hibah ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, berdasarkan Surat Pengumuman No. 0915/C3/AL/04/2025 serta nomor SP DIPA 139.04.1.693320/2025, sebagai bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan pendanaan 1 Tahun (2025), menjadi bukti nyata komitmen Universitas Raharja dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), kegiatan ini memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat, antara lain meningkatnya kesadaran dan partisipasi warga dalam pengelolaan sampah, munculnya peluang ekonomi baru dari hasil daur ulang, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam pemanfaatan teknologi berbasis IoT (Internet of Things).
Inovasi utama dalam kegiatan ini adalah penerapan teknologi “Orange Box”, yaitu sistem pemilahan sampah otomatis berbasis IoT yang dirancang khusus untuk lingkungan rumah tangga.

Alat ini dilengkapi dengan sensor cerdas yang mampu mendeteksi jenis dan volume sampah secara real-time, sehingga proses pemilahan menjadi lebih cepat, efisien, dan akurat. Selain itu, Orange Box juga didukung dengan panel surya yang berfungsi sebagai sumber energi ramah lingkungan, sehingga alat ini dapat beroperasi secara mandiri dan berkelanjutan tanpa ketergantungan pada listrik konvensional.

Hasil pemilahan sampah kemudian dikelola melalui Orange Box, di mana masyarakat diajak untuk berinovasi dalam mengubah sampah anorganik menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi tinggi. Beberapa hasil karya warga diantaranya berupa celengan, vas bunga, pot tanaman, hingga wadah serbaguna, yang tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga mempercantik lingkungan dan membuka peluang usaha kecil berbasis daur ulang.

Para peserta diberikan pelatihan mengenai cara penggunaan Orange Box, teknik pemilahan otomatis, serta pengelolaan hasil daur ulang. Hasilnya, masyarakat mampu mengoperasikan alat dengan mudah, bahkan turut berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengoptimalkan sistem bank sampah yang lebih modern dan berdaya guna.

Melalui pendekatan teknologi dan pemberdayaan ini, pemilahan sampah kini dapat dilakukan secara otomatis dan efisien, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar tanggung jawab individu, tetapi bagian dari upaya bersama menuju lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Universitas Raharja, melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), terus berupaya memperluas dampak program PKM ini dengan melakukan pendampingan berkelanjutan, membangun kemitraan lintas sektor, serta mengembangkan program serupa di wilayah lain.

Inisiatif ini menjadi wujud nyata kontribusi Universitas Raharja dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan, penguatan literasi teknologi lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi dan kolaborasi.

Ruli Supriati, S.Kom., M.TI., kselaku Ketua tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mengatakan “Kami menelaah permasalahan sampah yang ada di masyarakat, khususnya keterbatasan dalam pengelolaan sampah anorganik, Dari telaah tersebut, kami mengadopsi teknologi ‘Orange Box’ sebagai solusi yang cerna dan tepat guna. Orange Box adalah sistem pemilahan sampah otomatis yang dirancang khusus berbasis IoT,” ujarnya Ruli.

Alat ini dilengkapi dengan sensor yang dapat mendeteksi jenis sampah dan volume sampah secara real-time. Data ini kemudian digunakan untuk memberikan edukasi dan inspirasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilah sampah. Sistem ini juga terhubung ke platform digital, memungkinkan pemantauan dan analisis data sampah secara real-time, sehingga memudahkan pengelolaan sampah secara keseluruhan.” harapannya Ruli.

Menyadari urgensi permasalahan tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Raharja berinisiatif untuk mengembangkan solusi inovatif berbasis Internet of Things (IoT) dengan Orange Box. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan komitmen masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Selain mengadopsi teknologi, tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Raharja juga menyadari pentingnya edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini telah memberikan dampak yang fantastis bagi masyarakat RW 01 Kelurahan Poris Plawad dengan volume sampah yang terbuang ke TPA berkurang secara signifikan, lingkungan menjadi lebih bersih, dan muncul potensi ekonomi baru dari hasil daur ulang.

Maman Pariman, Ketua RW 01 Kelurahan Poris Plawad menyampaikan “Kami sangat berterima kasih kepada tim Universitas Raharja, Harapan Kegiatan ini bisa bermanfaat buat warga RW 01 dan titip pesan buat teman-teman Kampus Raharja tetap berinovasi, kembangkan inovasi anda untuk kehidupan masyarakat. Warga kami menjadi lebih tanggap terhadap masalah sampah dan memiliki keterampilan baru yang bermanfaat. Program ini benar-benar membentang jembatan emas menuju lingkungan yang lebih baik,” ujar Maman Pariman.

Universitas Raharja berkomitmen untuk terus mendukung program ini agar dapat berjalan secara berkelanjutan. Tim pengabdian masyarakat akan terus melakukan pendampingan, menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, serta melakukan evaluasi berkala. Selain itu, Universitas Raharja juga berencana untuk mengembangkan program serupa di wilayah lain, serta mengasah inovasi-inovasi baru untuk mengatasi permasalahan lingkungan di Indonesia.

Lanjutnya Ruli Supriati, S.Kom., M.TI., “Mari kita songsong masa depan yang lebih baik dengan mengadopsi gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, Dengan kegigihan dan komitmen bersama, kita dapat mewujudkan lingkungan yang lestari dan masyarakat yang sejahtera,” tutupnya Ruli.

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dukungan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong inovasi dan aktualisasi teknologi untuk mengatasi permasalahan di masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *