Tangerang, TERBTHARIAN.COM – Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang menggelar kegiatan diskusi akademik melalui forum NgoPi (Ngobrol Pagi) dengan mengangkat tema “Gender untuk Gen Z”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 27 Desember 2025, bertempat di Perpustakaan STISNU Nusantara Tangerang, dan diikuti oleh mahasiswa STISNU dari berbagai program studi.

Diskusi NgoPi menghadirkan Dr. Inda Kartika, MA.Pol, dosen STISNU, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Dr. Indah menekankan pentingnya pemahaman yang tepat antara konsep seks (jenis kelamin biologis) dan gender sebagai konstruksi sosial dan kultural.
Ia menjelaskan bahwa peran-peran gender yang selama ini dilekatkan pada laki-laki dan perempuan bukanlah sesuatu yang bersifat kodrati, melainkan hasil dari proses sosial, budaya, bahkan kebijakan negara yang berlangsung dalam waktu panjang.
“Gen Z adalah generasi digital yang memiliki akses luas terhadap informasi. Mereka bukan hanya konsumen wacana, tetapi juga produsen gagasan. Karena itu, kesadaran gender yang kritis menjadi modal penting untuk mendorong keadilan dan kesetaraan gender di ruang publik,” ujar Dr. Indah Kartika dalam diskusi.
Lebih lanjut, ia menguraikan berbagai bentuk ketidakadilan gender yang masih terjadi, serta bagaimana Gen Z memiliki potensi besar untuk berperan sebagai agen perubahan melalui media sosial dan ruang-ruang partisipasi digital. Pemaparan tersebut juga diperkuat dengan rujukan kajian akademik dan payung hukum nasional maupun internasional yang menjamin perlindungan dan kesetaraan gender.
Kegiatan NgoPi ini secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik dan SDM STISNU, Bapak Ecep Ishak Fariduddin, M.A. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya diskusi tersebut dan mendorong agar PSGAD terus eksis dengan menggelar kegiatan diskusi, seminar, serta penelitian yang berkaitan dengan isu gender, anak, dan disabilitas.
“Forum seperti NGOPI ini sangat penting untuk membangun iklim akademik yang kritis, inklusif, dan responsif terhadap isu-isu sosial kontemporer. Saya berharap PSGAD semakin aktif dan menjadi rujukan kajian gender di lingkungan STISNU,” tegasnya.
Diskusi dipandu oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STISNU, Bapak Mohamad Asrori Mulky, M.A., yang mengarahkan jalannya dialog secara interaktif dan reflektif.
Para peserta tampak antusias mengikuti diskusi, ditandai dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan kritis dari mahasiswa terkait isu gender, identitas, serta tantangan yang dihadapi Gen Z di era digital.
Melalui kegiatan NgoPi ini, PSGAD STISNU Nusantara Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang diskusi akademik yang mencerahkan, membumi, dan relevan dengan realitas sosial, khususnya dalam membangun kesadaran gender yang adil dan berkeadaban di kalangan generasi muda.






