Oleh: Ujang Sidik
Sekretaris Masyarakat Ekonomi Syariah Kabupaten Tangerang
TERBITHARIAN.COM – Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia semakin menunjukkan arah yang menggembirakan. Tidak hanya di tingkat nasional, semangat ini juga tumbuh kuat di daerah, termasuk di Kabupaten Tangerang. Dengan jumlah penduduk yang besar, aktivitas perdagangan yang dinamis, serta kekuatan UMKM yang terus berkembang, Tangerang memiliki peluang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi syariah di Banten.
Ekonomi syariah sejatinya bukan hanya berbicara soal label halal atau perbankan tanpa bunga. Lebih dari itu, ekonomi syariah menekankan keadilan, transparansi, dan keberpihakan pada kesejahteraan bersama. Prinsip inilah yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat hari ini, terutama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Tangerang hadir untuk memastikan nilai-nilai tersebut tidak berhenti pada wacana. Kami terus mendorong literasi keuangan syariah melalui seminar, pelatihan, dan edukasi di berbagai kecamatan. Upaya ini penting agar masyarakat memahami bahwa sistem keuangan syariah memberikan solusi pembiayaan yang aman, adil, dan jauh dari praktik riba maupun rentenir.
Perhatian besar juga diberikan kepada pelaku UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Melalui pendampingan sertifikasi halal, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan akses pasar digital, UMKM diharapkan mampu naik kelas dan bersaing lebih luas. Produk halal dari Kabupaten Tangerang harus menjadi tuan rumah di daerah sendiri, bahkan mampu menembus pasar nasional.
Tentu perjalanan ini tidak tanpa tantangan. Literasi yang belum merata, keterbatasan modal, serta kebutuhan peningkatan sumber daya manusia masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Karena itu, kolaborasi menjadi kata kunci. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dunia pendidikan, ulama, dan komunitas usaha harus terus diperkuat.
Saya meyakini, jika semua pihak berjalan bersama, Kabupaten Tangerang dapat menjadi contoh keberhasilan pembangunan ekonomi berbasis nilai-nilai syariah. Bukan hanya tumbuh secara angka, tetapi juga menghadirkan keberkahan dan pemerataan kesejahteraan. Inilah saatnya ekonomi syariah menjadi arus utama pembangunan daerah.






