Tangerang, TERBITHARIAN.COM – Universitas Raharja kembali menjadi saksi aksi sosial yang menginspirasi. Raharja Ikatan Pecinta Alam (RIPALA) bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang menggelar donor darah yang ke-24, agenda rutin yang berlangsung setahun sekali ini menarik antusiasme tinggi dari civitas akademika kampus.

Kegiatan donor darah ini melibatkan dosen maupun mahasiswa Universitas Raharja, dengan setiap peserta mendonorkan antara 350 ml hingga 450 ml darahnya. Rabu, 19 November 2025. Bagi calon pendonor, PMI Kota Tangerang menetapkan beberapa persyaratan utama, antara lain:
- Usia minimal 17 tahun dan maksimal 60 tahun,
- Berat badan minimal 45 kg,
- Dalam kondisi sehat dan tidak sedang mengonsumsi obat tertentu,
- Tidak sedang mengalami demam, flu, atau gejala sakit lainnya,
- Tidak baru saja menjalani prosedur medis tertentu yang dapat mempengaruhi kualitas darah.
Koordinator PMI Kota Tangerang, Ibu Jenifert Riry, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi aktif civitas akademika.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme dosen dan mahasiswa Universitas Raharja. Partisipasi ini tidak hanya menunjukkan kepedulian sosial, tetapi juga mendukung ketersediaan darah bagi yang membutuhkan,” ujar Ibu Jenifert.
Ketua RIPALA, Mulia Rahman, mahasiswa Fakultas Teknik Informatika, menyampaikan harapannya agar agenda donor darah ini tidak berhenti sampai di sini.
“Kami berharap kegiatan ini bisa terus berjalan secara berkala, idealnya setiap empat bulan sekali. Donor darah tidak hanya bermanfaat bagi orang lain, tetapi juga baik untuk kesehatan pendonor,” ujar Mulia Rahman.
Ninda, salah satu dosen Universitas Raharja yang baru pertama kali mendonorkan darah pada kesempatan ini, menceritakan pengalamannya.
“Awalnya sedikit tegang karena ini pengalaman pertama saya mendonorkan darah, tapi suasana yang ramah dan dukungan dari panitia membuat saya merasa nyaman. Rasanya senang sekali bisa berkontribusi langsung untuk membantu orang lain,” ujarnya Ninda.
Agenda donor darah di Universitas Raharja ini menjadi bukti nyata bahwa kegiatan sosial di lingkungan kampus dapat berjalan secara berkesinambungan dan membawa manfaat luas bagi masyarakat. Melalui aksi kecil berupa setetes darah, mahasiswa dan dosen Universitas Raharja turut berperan aktif dalam menyelamatkan nyawa sesama.
Kegiatan ini juga menginspirasi civitas akademika untuk terus menanamkan nilai kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari, menunjukkan bahwa setiap langkah kecil bisa memberi dampak besar bagi orang lain.






