Tangerang, TERBITHARIAN.COM — Wakil Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang, Ecep Ishak Fariduddin, tampil sebagai salah satu pemateri dalam Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) pada 8 Desember 2025, pukul 3.30 petang waktu Malaysia. Seminar ini mengangkat tema besar “Strengthening Islamic Philanthropy through Moderation, Legal Frameworks, and Cooperation Models for Inclusive Socio-Economic Development in Southeast Asia.”

Acara yang berlangsung di kampus USIM tersebut dihadiri oleh jajaran dosen, mahasiswa, peneliti, serta para stakeholder dari Pusat Wakaf dan Zakat USIM, menandai besarnya perhatian akademisi dan praktisi regional terhadap penguatan filantropi Islam yang inklusif, moderat, dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan ini, Ecep Ishak Fariduddin memaparkan hasil kajiannya berjudul:
“Integrating Religious and Cultural Values in Micro Philanthropy: Implementing the GASITERU Model in Productive Ziswaf Management at Benteng Mikro Indonesia Sharia Cooperative.”
Ecep menjelaskan bahwa model GASITERU merupakan pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal dalam pengelolaan filantropi berskala mikro, khususnya pengembangan Ziswaf produktif. Ia mencontohkan implementasi model tersebut pada Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) yang dinilai berhasil mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Menurut Ecep, penguatan filantropi Islam di Asia Tenggara perlu diarahkan pada pemberdayaan melalui sinergi nilai agama, budaya lokal, serta model kelembagaan modern.
“Filantropi Islam harus bergerak dari sekadar distribusi menuju pemberdayaan. Model GASITERU memastikan setiap program Ziswaf produktif tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga berakar pada nilai-nilai lokal yang hidup di masyarakat,” ungkapnya.
Paparan tersebut mendapatkan respons positif dari para peserta seminar. Sejumlah akademisi USIM menilai bahwa model GASITERU menghadirkan perspektif baru dalam pengelolaan Ziswaf produktif dan berpotensi menjadi rujukan di tingkat regional.
Kegiatan ini turut memperkuat hubungan akademik antara STISNU Nusantara Tangerang dan USIM Malaysia, sekaligus membuka peluang kolaborasi penelitian di bidang filantropi Islam, pemberdayaan ekonomi umat, dan inovasi pengelolaan Ziswaf produktif.
Dengan hadirnya Ecep Ishak Fariduddin dalam forum internasional, STISNU Nusantara Tangerang semakin menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan ilmu syariah dan ekonomi Islam yang relevan dengan kebutuhan masyarakat global.






