Tangerang Selatan, TERBITHARIAN.COM – Tradisi Sedekah Bumi kembali digelar oleh masyarakat di kawasan Tugu Lengkong, Kelurahan Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan pada hari Jumat, 11 September 2026. Kegiatan budaya tersebut menjadi bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas rezeki hasil bumi, limpahan berkah, serta doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan warga. Sabtu, 12 September 2026.
Sedekah Bumi merupakan salah satu tradisi adat yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat. Selain memiliki nilai spiritual, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga melalui kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.

Pelaksanaan Sedekah Bumi di Lengkong Wetan berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat setempat. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang interaksi bagi warga dengan latar belakang budaya dan keyakinan yang beragam.
Bang Nano, salah satu pemuda warga Lengkong Wetan RW 10, mengungkapkan bahwa Sedekah Bumi memiliki makna penting dalam menjaga hubungan antarwarga. Menurutnya, keberagaman masyarakat di wilayah tersebut justru menjadi kekuatan dalam mempertahankan tradisi budaya.
“Walaupun dihuni warga dari berbagai latar belakang suku dan agama, mulai dari Muslim, Tionghoa, Sunda, hingga Jawa, tradisi Sedekah Bumi ini tetap dijalankan bersama dengan penuh toleransi,” ujarnya.
Ia menilai tradisi tersebut menjadi bukti bahwa kebudayaan mampu menjadi jembatan pemersatu masyarakat. Melalui kegiatan bersama, warga dapat saling mengenal, menghargai perbedaan, serta memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan tempat tinggal.

Sebagai generasi muda, Bang Nano berharap tradisi Sedekah Bumi dapat terus dipertahankan dan dikembangkan agar nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
“Sebagai anak muda, saya berharap kebudayaan ini bisa terus dilestarikan dan dibangkitkan lagi biar semangat dari para leluhur enggak pudar,” ungkapnya.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi lokal. Dengan adanya dukungan masyarakat lintas generasi dan latar belakang, Sedekah Bumi di Lengkong Wetan diharapkan tetap menjadi simbol persatuan, toleransi, dan penghargaan terhadap budaya daerah.







