Kota Tangerang, TERBITHARIAN.COM | Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Tangerang, Asyik, S.H., menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen pendidikan dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Kota Tangerang. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan ISNU Kota Tangerang sebagai salah satu mitra kolaborasi dalam Seminar Nasional bertema “Bersama Guru Membangun Kota” yang diselenggarakan bersama Pergunu Kota Tangerang dan STISNU Nusantara Tangerang.
Ketua ISNU Kota Tangerang menilai tema tersebut memiliki relevansi yang sangat kuat dengan tantangan pembangunan kota saat ini. Menurutnya, guru tidak boleh hanya ditempatkan sebagai pelaksana proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi harus dipandang sebagai kekuatan intelektual dan sosial yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat.
“Guru bukan hanya orang yang mengajar di dalam kelas. Guru adalah bagian penting dari kekuatan intelektual masyarakat. Karena itu, ketika kita berbicara tentang membangun kota, kita juga harus berbicara tentang bagaimana meningkatkan kapasitas, kesejahteraan, integritas, dan peran sosial para guru,” ujarnya di kampus STISNU Nusantara Tangerang, Jl. Perintis Kemerdekaan II, Cikokol, Rabu 12 Agustu 2026.
Asyik menegaskan bahwa pembangunan kota yang berkelanjutan membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan sekaligus karakter. Dalam konteks tersebut, guru memiliki posisi yang sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan generasi muda yang akan menjadi pemimpin masa depan.
“Kota yang maju tidak hanya ditandai oleh gedung-gedung yang tinggi dan infrastruktur yang semakin baik. Kota yang maju adalah kota yang manusianya memiliki ilmu, karakter, etika, dan kepedulian sosial. Di sinilah guru memiliki peran yang sangat fundamental,” tambahnya.
Menurutnya, kolaborasi antara Pergunu, ISNU, dan STISNU Nusantara Tangerang merupakan bentuk nyata dari semangat jamaah dan jam’iyah dalam tradisi Nahdlatul Ulama. Masing-masing lembaga memiliki ruang kontribusi yang berbeda, tetapi dapat dipertemukan dalam satu agenda besar, yaitu penguatan pendidikan dan pembangunan masyarakat.
ISNU sebagai wadah para sarjana NU, lanjutnya, memiliki tanggung jawab untuk menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, kegiatan seminar nasional tidak hanya dimaksudkan sebagai ruang diskusi ilmiah, tetapi juga sebagai forum untuk mempertemukan gagasan akademik dengan pengalaman praktis para guru di lapangan.
“ISNU ingin menjadi jembatan antara gagasan akademik dan realitas masyarakat. Para guru memiliki pengalaman yang luar biasa di lapangan, sementara perguruan tinggi memiliki tradisi riset dan pengembangan ilmu. Kalau keduanya dipertemukan, saya kira akan lahir gagasan-gagasan yang lebih konkret untuk pembangunan Kota Tangerang,” jelasnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap Pergunu Kota Tangerang yang saat ini dinahkodai Akhmad Baijuri, M.Si., dan STISNU Nusantara Tangerang yang telah membuka ruang kolaborasi melalui seminar nasional tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu agenda seremonial.
Ke depan, ISNU Kota Tangerang berharap kolaborasi tersebut dapat dikembangkan dalam bentuk riset pendidikan, peningkatan kompetensi guru, pengembangan literasi, pengabdian kepada masyarakat, serta forum-forum intelektual yang melibatkan para guru dan akademisi.
“Hari ini kita berbicara tentang guru dan pembangunan kota. Tetapi jangan berhenti pada seminar. Mari kita lanjutkan menjadi gerakan bersama gerakan intelektual, gerakan pendidikan, dan gerakan pengabdian. Karena membangun kota pada hakikatnya adalah membangun manusia,” pungkasnya.
Seminar Nasional “Bersama Guru Membangun Kota” yang menghadirkan Prof. Dr. Made Saihu, Guru Besar Universitas PTIQ Jakarta, dan Prof. Dr. Ahmad Qurtubi, Guru Besar UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, menjadi ruang penting untuk memperkuat kesadaran bahwa masa depan Kota Tangerang sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan dan para pendidiknya. Hadir juga dalam Seminar Nasioal Wakil Walikota Tangerang, H. Maryono, A.P., M.Si., yang kehadirannya beserta jajaran sangat mengapresiasi kegiatan seminar hasil kolaborai tiga lembaga yang berbeda.
Bagi ISNU Kota Tangerang, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan tradisi intelektual NU yang tidak hanya hidup di ruang akademik, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dan ikut mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan-persoalan pembangunan kota.







