ICCIT 2026 Dorong Transformasi Teknologi Kreatif melalui Konsep Orange Technology untuk Membangun Empati dan Kesejahteraan Sosial

JAKARTA , TERBITHARIAN.COM — Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) melalui penyelenggaraan The 5th International Conference on Creative Communication and Innovative Technology (ICCIT) 2026 menghadirkan forum internasional yang mengangkat tema “Orange Technology: Advancing Positive Computing Fostering Empathy and Well-Being for Societal Harmony.” Diselenggarakan di Universitas Bunda Mulia, Ancol, Jakarta Utara (24/09/2026). Konferensi ini menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi, peneliti, praktisi, serta pemangku kepentingan dalam membahas peran teknologi kreatif yang tidak hanya berorientasi pada inovasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kamis, 24 September 2026.

ICCIT 2026 diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen ADI dalam memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta inovasi kreatif yang mendukung kemajuan pendidikan tinggi dan ekosistem ekonomi kreatif. Melalui pendekatan Orange Technology, konferensi ini menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi yang berlandaskan nilai kemanusiaan, empati, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Bacaan Lainnya

Dalam rangkaian kegiatan ICCIT 2026, salah satu agenda utama adalah Opening Ceremony yang menghadirkan sejumlah tokoh pendidikan dan tekhknologi diantaranya Ketua Umum ADI, Prof. DSc. Ir. Mohammed Ali Berawi, M. Eng. Sc., PhD, Ketua APTISI Wilayah IV-B Banten Prof. Dr. Po Abas Sunarya, M.Si, Ketua DPP ADI sekaligus General Chair of ICCIT 2026 Prof.Dr. Armai Arief, MA, Ketua DPW ADI Banten Prof. Dr. Ir. Untung Rahardja,M.T.I.,MM.,SMIEEE, serta Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya Yenli Megawati,S.E.,M.M.

Dalam sambutannya, Prof. DSc. Ir. Mohammed Ali Berawi, M. Eng. Sc., PhD menyampaikan pemikiran bertajuk “From Technology to Creative Value: Unlocking Creative Value in the Digital Age.”

“Perkembangan teknologi digital saat ini harus diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan inovasi teknologi, tetapi juga menciptakan nilai kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, era digital membuka peluang besar bagi berbagai sektor untuk mengoptimalkan kreativitas, kolaborasi, dan inovasi dalam menciptakan solusi yang lebih inklusif serta berkelanjutan. Teknologi perlu menjadi penggerak transformasi yang mampu menghubungkan kemampuan manusia dengan potensi digital sehingga menghasilkan nilai tambah bagi ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial”. Ujar Prof. Muhammed Ali Berawi.

Melalui tema tersebut, Prof. Mohammed Ali Berawi menyoroti bagaimana perkembangan teknologi digital perlu diarahkan untuk menciptakan nilai kreatif yang lebih luas. Teknologi tidak hanya dipandang sebagai alat inovasi, tetapi juga sebagai sarana untuk membuka peluang baru dalam pengembangan ekonomi kreatif, peningkatan produktivitas, serta penciptaan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketua APTISI Wilayah IV-B Banten, Prof. Dr. Po Abas Sunarya, M.Si., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa perkembangan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan kualitas sumber daya manusia dan nilai kemanusiaan. Menurutnya, transformasi digital di lingkungan pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, tetapi juga bagaimana institusi mampu menciptakan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat. Inovasi digital harus diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, kreatif, dan tetap berorientasi pada nilai kemanusiaan. Melalui kolaborasi antara akademisi, industri, dan masyarakat, teknologi dapat menjadi kekuatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta menciptakan dampak positif yang berkelanjutan,” ujar Prof. Po Abas Sunarya.

Ia menambahkan bahwa konsep Orange Technology menjadi pendekatan yang relevan dalam menghadapi era digital karena menempatkan kreativitas, kolaborasi, dan empati sebagai bagian penting dari proses inovasi. Dengan pendekatan tersebut, teknologi diharapkan tidak hanya menghasilkan kemajuan secara teknis, tetapi juga mampu memperkuat hubungan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Konsep Orange Technology yang menjadi tema utama ICCIT 2026 menempatkan kreativitas dan teknologi sebagai kekuatan yang saling mendukung. Pendekatan ini mendorong lahirnya inovasi digital yang tetap memperhatikan aspek sosial, emosional, dan kesejahteraan manusia. Melalui paradigma Positive Computing, teknologi diarahkan untuk menciptakan pengalaman digital yang lebih inklusif, meningkatkan hubungan antarmanusia, serta membangun harmoni sosial.

Selain menjadi forum akademik, ICCIT 2026 juga menjadi wadah pengumuman pemenang ISC 2026 dengan tema “Orange Technology: Advancing Positive Computing Fostering Empathy and Well-Being for Societal Harmony.” Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap berbagai karya dan gagasan inovatif yang berkontribusi dalam pengembangan teknologi berbasis kreativitas dan kemanusiaan.

Dalam konferensi ini, ADI juga melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dengan berbagai perguruan tinggi untuk memperkuat kerja sama akademik, penelitian, inovasi, serta pengembangan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi. Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan bersama Universitas Bunda Mulia, Universitas Buddhi Dharma, Universitas Sepuluh Nopember, Universitas Uyelindo Kupang, Universitas Telkom, dan Universitas Esa Unggul. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring antarperguruan tinggi, mendorong pertukaran pengetahuan, pengembangan riset kolaboratif, serta meningkatkan kontribusi institusi pendidikan tinggi dalam menghadapi tantangan transformasi digital dan perkembangan ilmu pengetahuan global.

Tidak hanya itu, ICCIT 2026 turut menghadirkan program Students and Cultural Exchange yang melibatkan mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan tinggi. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperluas wawasan akademik, membangun koneksi global, serta mengenal keberagaman budaya dalam lingkungan internasional.

Dengan mengusung semangat “Orange Technology: Advancing Positive Computing Fostering Empathy and Well-Being for Societal Harmony,” ICCIT 2026 menegaskan bahwa masa depan teknologi bukan hanya tentang kecanggihan sistem digital, tetapi juga tentang bagaimana inovasi dapat menciptakan nilai kreatif, memperkuat empati, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui konferensi internasional ini, ADI berharap tercipta ekosistem kolaborasi yang mampu menghubungkan teknologi, kreativitas, dan nilai kemanusiaan untuk menghadirkan transformasi digital yang berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *