Selangor, TERBITHARIAN.COM – Menjelang akhir tahun 2025, dua akademisi Indonesia, Ecep Ishak Fariduddin dari STISNU Nusantara Tangerang dan Wildan Hefni dari UIN KHAS Jember, sukses melaksanakan Community Engagement Program di Sanggar Bimbingan Indonesia (SBI) Malaysia, beralamat di Sungai Buloh, Selangor, Malaysia, pada 8–11 Desember 2025.

Program pengabdian masyarakat ini mengusung tema “Bridging Religious Diversity and Intercultural Education: Improving Religious Literacy of Wasatiyah among Indonesian Gen-Z Muslims in Malaysia.” Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman moderasi beragama (wasathiyah) serta memperkuat literasi lintas budaya di kalangan Gen-Z Muslim Indonesia yang berdomisili dan menempuh pendidikan nonformal di Malaysia.

Selama empat hari kegiatan, para peserta mengikuti lokakarya, diskusi kelompok, simulasi interkultural, dan penyusunan rencana aksi moderasi beragama yang relevan bagi kehidupan diaspora muda. Program ini menekankan pentingnya membangun dialog antarbudaya dan antaragama dalam masyarakat multietnis Malaysia.
Program ini juga mendapatkan sambutan yang sangat positif dari para pengelola SBI.
“Kami sangat bahagia dan memberikan apresiasi tinggi atas kegiatan ini. Para pengelola dan siswa-siswa di sini khususnya mendapatkan wacana yang luas tentang Islam dan wacana kebangsaan, di samping model-model pembelajaran. Kami sangat membuka peluang untuk program keberlanjutan ini,” tutur Cikgu Iyus, salah satu pengelola SBI Malaysia.
Dalam keterangannya, Ecep Ishak Fariduddin menegaskan bahwa program ini merupakan langkah awal bagi STISNU Nusantara Tangerang untuk memperluas pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat di tingkat internasional bagi mahasiswa.
“Oleh karena itu, ke depannya akan dibuatkan MoU antara STISNU dan SBI dalam program Pengabdian kepada Masyarakat,” ujarnya.
Program ini tidak hanya memperkuat kontribusi akademisi Indonesia bagi komunitas diaspora, tetapi juga membuka peluang kerja sama berkelanjutan antara lembaga pendidikan tinggi Indonesia dan institusi komunitas di luar negeri. (*)






