Tangerang, TERBITHARIAN.COM | Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) PCNU Kabupaten Tangerang, H. Muhammad Ade Sirojul Munir, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang telah melaksanakan rapat kerja (raker) sekaligus pemaparan program jangka pendek, menengah, dan panjang untuk periode 2025–2030.
Kegiatan tersebut digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Rabu (22/4/2026), dan diikuti oleh seluruh pengurus serta komite di Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang.
“Alhamdulillah, kami telah diamanatkan untuk menghadirkan warna baru dalam pengembangan seni dan budaya di Kabupaten Tangerang. Ini menjadi langkah awal, mengingat sebelumnya organisasi belum sepenuhnya terisi oleh unsur-unsur kesenian dan kebudayaan,” ujar Ade.
Ia menjelaskan, saat ini struktur organisasi telah dilengkapi dengan berbagai komite atau divisi seni budaya, sehingga diharapkan mampu mendorong program kerja yang lebih terarah dan berdampak.
Menurutnya, semangat pengembangan seni budaya ini juga sejalan dengan arahan Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, yang mendorong pelestarian dan pengembangan kesenian daerah. Hal tersebut juga didukung oleh Ketua Umum Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang, Hj. Aida Hubaedah.
Ade berharap, ke depan seni dan budaya dapat berjalan beriringan dengan kemajuan pembangunan di Kabupaten Tangerang. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan pelaku seni lokal dalam berbagai kegiatan pemerintah daerah.
“Kami berharap event-event di Kabupaten Tangerang tidak hanya bersifat seremonial atau menghadirkan artis dari luar daerah, tetapi juga memberikan ruang bagi seniman lokal agar memberi dampak positif bagi pelestarian budaya,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya legalitas dan sertifikasi bagi para pelaku seni. Menurutnya, hal ini dapat meningkatkan penghargaan terhadap profesi seniman, yang selama ini kerap dianggap sekadar hobi.
Selain itu, Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang juga berencana mengadakan berbagai kegiatan edukasi dan perlombaan seni budaya di tingkat pesantren dan kecamatan. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan sekaligus menggali potensi seni budaya lokal di setiap wilayah.
Di bidang perfilman, Ade yang juga terlibat dalam komite film dan fotografi mengungkapkan rencana produksi film legenda daerah. Ia menyebut, pihaknya tengah bekerja sama dengan sutradara Mohan Mehra untuk menggarap film bertema legenda Ki Mauk, sosok pahlawan dari wilayah Tangerang Utara.
“Insya Allah, kami sedang menjalankan amanah dari Bupati untuk memproduksi film legenda Ki Mauk sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah dan budaya lokal,” pungkasnya.






