TANGERANG, TERBITHARIAN.COM — Seleksi akademik Beasiswa Tangerang Gemilang bagi calon mahasiswa STISNU Nusantara Tangerang tidak hanya menguji kemampuan akademik umum, tetapi juga mengukur pemahaman peserta terhadap daerahnya sendiri. Materi tes turut memuat wawasan ketangerangan, mulai dari visi dan misi pembangunan daerah, program Pemerintah Kabupaten Tangerang, hingga pengetahuan mengenai sosok Bupati Tangerang. Kamis, 11 Juni 2026.
Ketua STISNU Nusantara Tangerang, Dr. H. Muhamad Qustulani, M.A.Hum atau yang akrab disapa Gus Fani, menjelaskan bahwa terdapat lima kategori utama dalam seleksi akademik, yakni wawasan kebangsaan, keilmuan, psikotes, keislaman, dan ketangerangan.
“Khusus materi ketangerangan, kami berharap peserta mengetahui visi misi daerah, memahami program pemerintah, bahkan mengenal sosok dan hobi Bupati Tangerang. Tujuannya agar mahasiswa penerima beasiswa memiliki loyalitas, militansi, serta dedikasi terhadap pembangunan daerah,” ujarnya Gus Fani.
Menurutnya, program-program Pemerintah Kabupaten Tangerang saat ini dinilai benar-benar menyasar masyarakat lapisan bawah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam proses seleksi tersebut, tercatat sebanyak 37 peserta mengikuti tahapan seleksi untuk pilihan kampus STISNU. Namun, berdasarkan informasi dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), kuota yang diterima hanya sebanyak 16 mahasiswa.
Gus Fani berharap kuota untuk STISNU dapat ditambah karena tingginya animo masyarakat terhadap kampus tersebut.
“Faktanya STISNU menjadi salah satu kampus dengan peminat terbanyak. Kami berharap ke depan kuotanya bisa diperbanyak agar lebih banyak putra daerah mendapatkan kesempatan pendidikan,” katanya.
Ia juga menyebut adanya informasi bahwa sejumlah peserta yang awalnya memilih STISNU diarahkan panitia ke perguruan tinggi lain untuk memenuhi kuota kampus yang kurang diminati peserta. Menurutnya, besarnya minat masyarakat terhadap STISNU tidak terlepas dari basis peserta yang mayoritas berasal dari kalangan santri dan pesantren. Banyak di antara mereka merupakan kader Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), mulai tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional.
“Mayoritas peserta kami berasal dari kalangan santri dan pesantren. Banyak yang merupakan kader MTQ dari tingkat kecamatan sampai nasional. Bahkan ada mahasiswa STISNU yang menjadi peserta MTQ nasional dan mewakili Kabupaten Tangerang di tingkat Provinsi Banten,” ungkapnya.
Selain menyiapkan pendidikan akademik, STISNU juga membuka akses pemagangan dan peluang kerja bagi mahasiswa penerima Beasiswa Tangerang Gemilang melalui pengelolaan Career Development Center (CDC).
“Kami sudah menyiapkan program pemagangan bahkan peluang kerja di berbagai perusahaan. Mahasiswa tinggal mengakses melalui Career Development Center yang kami siapkan,” jelasnya.
Meski demikian, Gus Fani menegaskan bahwa orientasi utama STISNU bukan hanya mencetak lulusan untuk menjadi pekerja, melainkan membentuk agen perubahan yang memiliki kepedulian sosial dan manfaat luas bagi masyarakat.
“Kami tidak ingin hanya mencetak pekerja. STISNU ingin melahirkan subjek perubahan, kader yang memiliki kepemimpinan, spiritualitas, keberpihakan sosial, dan mampu memberi manfaat untuk orang banyak,” tegasnya.
Ia menambahkan, STISNU berkomitmen menjadi bagian dalam pengembangan sumber daya manusia Kabupaten Tangerang melalui pembinaan putra-putri daerah yang unggul secara intelektual, spiritual, dan sosial. Melalui seleksi yang memadukan akademik, keislaman, kebangsaan, psikotes, dan wawasan lokal, Beasiswa Tangerang Gemilang diharapkan mampu melahirkan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memahami identitas daerahnya. Bagi STISNU Nusantara Tangerang, beasiswa ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran kampus dalam membina putra-putri daerah agar siap berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Tangerang.







