Kota Tangerang, TERBITHARIAN COM – 20 Juni 2026 – Mahasiswa NU Pecinta Alam (SANUPALA) menggelar kegiatan Ngopi Senja SANUPALA dengan mengusung tema “Sinergi Manusia dan Lingkungan”. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban ini menghadirkan dua narasumber, yakni Bang Andri dari Tangerang Bergerak dan Kukud selaku Ketua Umum MAPALA Global, serta dihadiri oleh para pegiat lingkungan, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Dalam pemaparannya, Bang Andri dari Tangerang Bergerak menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi dalam membangun kesadaran terhadap kelestarian lingkungan hidup. Menurutnya, memahami karakter manusia merupakan tantangan tersendiri, sehingga gerakan pendidikan menjadi instrumen penting dalam membentuk kepedulian terhadap kehidupan dan lingkungan sekitar.
“Pendidikan dalam kelestarian lingkungan hidup itu sangatlah penting karena belajar memahami karakter manusia itu sangatlah sulit. Gerakan pendidikan sangatlah dibutuhkan untuk memahami hidup dan lingkungan sekitar,” ujar Bang Andri.
Sementara itu, Ketua Umum MAPALA Global, Kukud, menegaskan bahwa gerakan pecinta alam tidak seharusnya berhenti pada aktivitas petualangan semata. Menurutnya, setiap langkah yang dilakukan harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan melalui pendekatan dokumentasi serta riset.
“Bagi kami di MAPALA Global, Dokubata adalah bukti bahwa petualangan tidak boleh berhenti di puncak gunung. Langkah kaki kami harus membawa dampak di kaki gunung, pesisir, dan wilayah pinggiran kota. Lewat kamera dan riset, kami membawa realita yang terabaikan ke permukaan agar bisa kita benahi bersama,” ungkap Kukud.
Sebagai penyelenggara kegiatan, Bang Jhampank menyampaikan bahwa hubungan antara manusia dan lingkungan memiliki peran penting dalam membentuk perkembangan individu serta cara pandangnya terhadap kehidupan.
Menurutnya, lingkungan yang sehat dan positif akan melahirkan perilaku yang produktif dan adaptif, sedangkan lingkungan yang kurang kondusif dapat memicu berbagai persoalan sosial.
“Sinergi manusia dan lingkungan sangat penting karena mempengaruhi perkembangan dan cara pandang individu terhadap dunia. Lingkungan yang positif dapat menghasilkan perilaku produktif dan adaptif, sedangkan lingkungan yang negatif dapat memunculkan perilaku menyimpang atau konflik dalam masyarakat. Oleh karena itu, memahami sinergi manusia dan lingkungan membantu individu berinteraksi dengan baik dan membangun kehidupan bersosial yang sehat,” jelas Bang Jhampank.
Melalui kegiatan Ngopi Senja SANUPALA, para peserta tidak hanya diajak untuk berdiskusi mengenai isu lingkungan, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi dan kepedulian sosial. Kegiatan ini menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus mempererat jejaring antar komunitas dalam mendorong terwujudnya hubungan yang harmonis antara manusia dan lingkungan.
Dengan mengangkat tema “Sinergi Manusia dan Lingkungan”, SANUPALA berharap dapat terus menghadirkan ruang-ruang edukatif yang mendorong lahirnya kesadaran kolektif serta aksi nyata demi terciptanya kehidupan yang berkelanjutan dan masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan.
“Merawat alam sejatinya adalah merawat masa depan manusia itu sendiri. Karena ketika manusia dan lingkungan berjalan beriringan, maka kehidupan yang sehat, harmonis, dan berkelanjutan dapat terwujud.”







