Implementasi Hibah PKM 2026 Universitas Raharja: Perkuat Kompetensi Manufaktur Siswa SMK melalui Learning Factory Berbasis Teknologi LaserPecker

Kabupaten Tangerang, TERBITHARIAN.COM – Universitas Raharja kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui implementasi Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2026. Kegiatan yang merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat ini dilaksanakan bekerja sama dengan SMK Yuppentek 2 Curug, Kabupaten Tangerang, dengan mengusung tema “Penguatan Kompetensi Manufaktur Siswa SMK Yuppentek 2 Curug melalui Learning Factory Desain Teknik dan Proses Produksi Berbasis Mesin LaserPecker.” Program ini sejalan dengan tujuan pendanaan PKM nasional yang mendorong perguruan tinggi menghadirkan inovasi dan solusi nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi bersama mitra. Kamis, 23 Juli 2026.

Kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan yang dihadiri oleh tim dosen Universitas Raharja, perwakilan sekolah, serta para siswa sebagai peserta utama program. Suasana penuh antusias terlihat sejak awal acara, mencerminkan semangat kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan pendidikan vokasi dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi manufaktur digital.

Bacaan Lainnya

Salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut adalah sambutan yang disampaikan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Raharja, Dr. Nur Azizah, S.Kom., M.Akt., M.Kom. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya membangun karakter pembelajar yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki keberanian untuk terus berinovasi dan mengeksplorasi teknologi baru.

“Era transformasi digital menuntut generasi muda untuk terus belajar, berinovasi, dan berani mengeksplorasi berbagai peluang teknologi. Melalui program hibah ini, Universitas Raharja berharap siswa SMK mampu meningkatkan kompetensi sekaligus memiliki kesiapan menghadapi kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.” Ujarnya Nur Azizah

Melalui pendekatan Learning Factory, peserta tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik langsung menggunakan mesin LaserPecker sebagai media pembelajaran desain teknik dan proses produksi. Pendekatan ini dirancang agar proses belajar menyerupai kondisi nyata di industri sehingga siswa mampu memahami keseluruhan alur kerja mulai dari perancangan desain digital, pengoperasian mesin laser engraving, hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomis.

Program ini juga menjadi implementasi konsep link and match antara perguruan tinggi, sekolah vokasi, dan kebutuhan industri. Pendampingan dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Raharja sehingga tercipta transfer pengetahuan sekaligus pengalaman praktik yang dapat meningkatkan kompetensi teknis maupun kreativitas peserta.

Selain memperkenalkan teknologi manufaktur modern, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan siswa. Dengan memanfaatkan mesin LaserPecker, peserta diperkenalkan pada berbagai peluang produksi kreatif seperti personalisasi produk, pembuatan suvenir, identitas produk, hingga pengembangan usaha berbasis teknologi digital. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan SMK untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.

Kolaborasi antara Universitas Raharja dan SMK Yuppentek 2 Curug merupakan bukti nyata bahwa pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berorientasi pada penyampaian ilmu pengetahuan, tetapi juga menghasilkan dampak yang berkelanjutan bagi peningkatan kualitas pendidikan vokasi. Sinergi antara dosen, mahasiswa, dan mitra sekolah menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang inovatif, aplikatif, dan relevan dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0.

Melalui implementasi Hibah PKM 2026, Universitas Raharja kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat. Diharapkan program ini mampu meningkatkan kompetensi manufaktur siswa SMK, memperkuat budaya inovasi, serta melahirkan lulusan yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di era transformasi digital.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *