Wujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Raharja Hadirkan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Learning Factory Berbasis LaserPecker di SMK Yuppentek 2 Curug

TANGERANG, TERBITHARIAN.COMUniversitas Raharja kembali membuktikan komitmen nyatanya dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Berdasarkan Surat Pengumuman Nomor 1487/LL4/PG/2026 sebagai bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat pendanaan 1 Tahun (2026) Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Universitas Raharja sukses mengimplementasikan program pengabdian yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Rabu, 5 Agustus 2026.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang mengusung judul “Penguatan Kompetensi Manufaktur Siswa SMK Yuppentek 2 Curug Melalui Learning Factory Desain Teknik dan Proses Produksi Berbasis Mesin LaserPecker” ini dilaksanakan secara intensif selama 2 hari dengan 4 kali sesi pertemuan. Pelaksanaan program berlangsung pada hari Kamis (23 Juli 2026) dan Jumat (24 Juli 2026) bertempat di SMK Yuppentek 2 Tangerang Curug. Kegiatan ini diikuti oleh 95 siswa dari 2 jurusan utama, yaitu Teknik Perancangan Gambar Mesin dan Teknik Mesin, yang antusias mengikuti seluruh rangkaian materi dan praktik produksi.

Bacaan Lainnya

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Ketua LPPM Universitas Raharja, Dr. Nur Azizah, S.Kom., M.Akt., M.Kom. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan PKM ini merupakan perwujudan komitmen Universitas Raharja dalam menghadirkan inovasi teknologi perguruan tinggi ke dunia vokasi, guna mendorong kemandirian dan kesiapan kerja lulusan SMK di era digital.

Pelaksanaan program diawali pada Kamis pagi dengan sesi sosialisasi dan pemetaan kompetensi dasar siswa untuk mengenalkan alur kerja manufaktur modern. Kegiatan kemudian dilanjutkan pada siang harinya dengan pelatihan desain teknik digital, di mana para peserta dibekali kemampuan perancangan vektor menggunakan perangkat lunak (software) LaserPecker Design Space (LDS) agar siap diterapkan pada mesin produksi presisi. seluruh peserta mempraktikkan langsung pengoperasian mesin LaserPecker berbasis diode laser 405 nm untuk melakukan grafir pada berbagai jenis media material.

Memasuki hari kedua pada Jumat pagi, Selain itu, para siswa juga dibekali materi praktik pembuatan konten berbasis kecerdasan buatan (AI) menggunakan Google Flow AI untuk memproduksi video pemasaran wirausaha berbasis AI, sehingga produk hasil praktik dapat dipromosikan secara digital dan profesional. Rangkaian kegiatan diakhiri pada Jumat siang melalui praktik pembuatan beragam produk souvenir kreatif, penerapan prosedur operasional standar (SOP), pengujian kontrol kualitas (Quality Control), serta evaluasi menyeluruh terhadap peningkatan kompetensi teknik dan kesiapan kerja siswa.

Ketua Tim Pengusul PKM Universitas Raharja, Nuke Puji Lestari Santoso, S.Kom., M.TI, menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk mengatasi kesenjangan kompetensi antara pembelajaran di sekolah kejuruan dengan kebutuhan riil industri manufaktur modern di wilayah penyangga industri Kabupaten Tangerang. Melalui penerapan Learning Factory berbasis mesin LaserPecker dan pengenalan Google Flow AI untuk promosi video wirausaha, siswa dipacu untuk tidak sekadar menggambar desain di atas kertas atau komputer, tetapi juga mampu menerjemahkannya secara langsung menjadi produk nyata yang presisi sekaligus memasarkannya secara digital.

Nuke (ketua pengusul) juga menambahkan bahwa selama ini pembelajaran praktik siswa SMK sering kali belum mengintegrasikan alur hulu-hilir secara utuh, mulai dari perancangan desain digital, pengaturan parameter mesin presisi, pengendalian mutu (Quality Control), hingga pemasaran berbasis AI. Oleh karena itu, kehadiran Learning Factory berbasis mesin LaserPecker yang dikombinasikan dengan inovasi konten AI ini diharapkan mampu membentuk pemahaman komprehensif siswa dari tahap produksi hingga strategi pemasaran digital yang memiliki daya saing pasar.

Dalam pelaksanaannya, tim dosen Universitas Raharja tidak berjalan sendiri. Kegiatan ini juga melibatkan anggota tim pelaksana multidisiplin yaitu Dr. Ir. Richard Andre Sunarjo, MM yang mengawal aspek manajerial serta kewirausahaan, dan Ageng Setiani Rafika, S.Kom., M.Si yang membimbing teknis desain digital dan pengoperasian teknologi laser. Selain itu, 2 mahasiswa Universitas Raharja, Syahrul Mu’Arif Wahid (Mahasiswa Bisnis Digital) dan Irene Apriani Widjaya (Mahasiswi Sistem Komputer), turut berperan aktif dalam mendampingi siswa selama sesi praktik serta membantu proses dokumentasi dan evaluasi kegiatan.

Selama pelatihan berlangsung, para peserta berhasil menghasilkan berbagai jenis produk merchandise dan kerajinan tangan berkualitas tinggi, seperti nampan kayu, lanyard kulit eksklusif, tatakan gelas kayu, card holder, hingga papan nama personalisasi yang dilengkapi dengan video promosi wirausaha buatan Google Flow AI. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lebih dari 80% produk yang dihasilkan siswa telah sesuai dengan desain awal serta memenuhi standar mutu sederhana yang ditetapkan.

Pihak sekolah menyambut sangat hangat dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi nyata Universitas Raharja bersama DPPM Kemendikbudristek dalam meningkatkan mutu pembelajaran vokasi. Kepala Sekolah SMK Yuppentek 2 Curug, Bapak Tata Sopyan, memberikan tanggapan resmi mengenai manfaat besar yang dirasakan oleh sekolah dan peserta didik selama program berlangsung:

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Raharja beserta seluruh dosen dan tim Pengabdian kepada Masyarakat yang telah menyelenggarakan kegiatan ‘Penguatan Kompetensi Manufaktur Siswa SMK Yuppentek 2 Curug melalui Learning Factory Desain Teknik dan Proses Produksi Berbasis Mesin Laser Pecker.’ Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang sangat bermanfaat bagi siswa kami melalui penyampaian materi yang interaktif dan praktik langsung menggunakan teknologi Laser Pecker. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan materi yang semakin beragam agar lebih banyak siswa memperoleh manfaat untuk mendukung peningkatan kompetensi siswa sesuai kebutuhan perkembangan teknologi dan dunia kerja.” Ujarnya Tata Sopyan.

Dimana program PKM ini selaras dengan Fishbone Roadmap Riset dan Inovasi Universitas Raharja pada klaster Digital Innovation dan Creative Technology. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDGs 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Tidak hanya itu, kegiatan PkM secara nyata mengimplementasikan agenda Asta Cita Pemerintah, yaitu Asta Cita 3 dalam mendorong kewirausahaan dan industri kreatif, Asta Cita 4 dalam memperkuat pembangunan SDM vokasi dan teknologi, serta Asta Cita 5 dalam mendukung hilirisasi industri berbasis nilai tambah. Sebagai bentuk jaminan keberlanjutan program, tim PKM Universitas Raharja menyusun Modul Learning Factory dan Standar Operasional Prosedur (SOP) operasional mesin yang diserahterimakan kepada SMK Yuppentek 2 Curug agar fasilitas dan metode pembelajaran ini dapat terus dimanfaatkan dalam kegiatan praktik rutin sekolah secara mandiri di masa mendatang.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *