Warga Kota Tangerang Keluhkan Air PDAM Keruh dan Berbau Amis, Picu Gatal pada Kulit

Children watch as women pump water from a borehole near Malawi's capital Lilongwe, February 2, 2016. Late rains in Malawi threaten the staple maize crop and have pushed prices to record highs. About 14 million people face hunger in Southern Africa because of a drought exacerbated by an El Nino weather pattern, according to the United Nations World Food Programme (WFP). REUTERS/Mike Hutchings - GF10000293447

Tangerang, TERBITHARIAN.COM – Sejumlah warga Kota Tangerang mengeluhkan penurunan kualitas air bersih yang dialirkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam beberapa waktu terakhir. Air yang diterima di rumah warga disebut berwarna keruh, mengeluarkan bau amis, hingga menimbulkan rasa gatal pada kulit. Jumat, 11 September 2026.

Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial Threads. Salah satu warga di wilayah Periuk, Kota Tangerang, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas layanan air bersih yang diterimanya. Warga tersebut menyoroti kewajibannya sebagai pelanggan yang selalu membayar tagihan tepat waktu, namun menurutnya kualitas air yang diterima justru mengalami penurunan.

“Setiap bulan tagihan selalu dibayar. Telat bayar kena denda, tapi ketika air yang diterima malah kotor dan keruh seperti air sungai, pelanggan harus mengeluh ke siapa?” ujarnya.

Kondisi air keruh dan berbau amis telah dirasakan warga sejak Agustus 2026. Kondisi itu tidak hanya berdampak pada air yang digunakan sehari-hari, tetapi juga membuat lingkungan rumah menjadi kurang nyaman.

Menurutnya, air yang berbau tersebut membuat bak penampungan hingga kamar mandi ikut mengeluarkan aroma tak sedap.

“Pulang kerja tadi saya ke kamar mandi, bau tak sedap jadinya kamar mandi saya,” katanya.

Keluhan juga dirasakan pada kondisi kulit. Ia mengaku mengalami rasa gatal setelah menggunakan air tersebut, meski sejauh ini belum muncul bentol atau ruam pada kulit.

“Untuk gatal, ya agak gatal sedikit kulit saya. Hanya saja memang belum sampai bentol kulitnya. Dipakai untuk cebok lumayan gatal, jadi disiasati campuran antiseptik,” tuturnya.

Keluhan warga tersebut menambah perhatian terhadap kualitas layanan air bersih yang diterima pelanggan. Hingga keluhan ini disampaikan, warga berharap adanya penjelasan dan tindak lanjut dari pihak penyedia layanan terkait penyebab air berubah menjadi keruh dan berbau amis.

Pihak PDAM diharapkan dapat melakukan pemeriksaan terhadap kualitas air serta jaringan distribusi di wilayah yang terdampak, sekaligus memberikan informasi kepada pelanggan mengenai kondisi tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *